FREE FAST ONLINE TV

mencari HAKIKAT SHALAT

Posted by Jhony Tato 1 komentar
"assalamu'alaikum warrahmatuLLAHI wabarakatuhu"
.: Media - Cybers :. -Disaat kita di beri pertanyaan: "siapakah
manusia yg paling berarti dalam hidup anda..??" kita,dipastikan dapat
menjawabnya, yaitu: "orang tua saya" begitu banyak kisah orang tua
kita yang mampu kita ceritakan sebagai bentuk kasih sayangnya kepada
kita. begitu banyak do'a yg mereka panjatkan untuk mensukseskan
kehidupan kita. begitu banyak juga jerih payah mereka untuk menafkahi
kita. sesuai dengan surat Luqman ayat 14: "Dan Kami perintahkan kepada
manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah
mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan
menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua
orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu." dari ayat ini, sudah
selayaknya lah kita merenung dan berbuat yg terbaik untuk mereka serta
tiddak mempermalukan mereka. salah satu cara membalas kebaikan mereka
berdasarkan sunnah: Aisyah berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah,
siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab Rasulullah,
"Suaminya. "Siapa pula yang berhak terhadap lelaki?" Jawab Rasulullah,
"Ibunya". pendapat ulama dari hadist tersebut: sangat besar hak
seorang ibu trhadap anaknya. sehingga ibu bertanggung jawab atas
anak2nya.. jadi: disaat kita melakukan maksiat, ibu kita yg akan d
panggil ALLAH. disaat kita meninggalkan shalat, ibu kita yg akan di
azab ALLAH di saat kita yg memakan rezeki haram,ibu kita yg akan d
siksa ALLAH SADDDAAAR GAG ? jauhilah maksiat, karena maksiat itu
adalah "seburuk-buruknya kedurhakaan" tetapi,tahukah anda,, selain
dari orang tua kita, siapakah yg juga menyayangi kita ..??? jawabannya
adalah: "rasuluLLAH" kasih sayangnya kepada kita sangat besar,
sehingga ia takut, kalu kita menderita di dunia juga di akhirat. cuma,
kita saja yg mengaku ummatnya.. tidddak pernah sadar akan hal
tersebut.. okee, mari kita konsentrasi pada satu kisah.. satu kisah
tentang sakaratul mautnya rasul,yg membuktikan. Betttapa sayangnya
beliau terhadap ummatnya.. satu shubuh, dimana rasul memanggil imam
Ali untuk meminta abu bakar ashsiddiq untuk menjadi imam shalat shubuh
berjama'ah.karena rasul merasa, sakit yg mendalam. 3x imam ali meminta
abu bakar untuk menjadi imam dan 3x pula abu bakar menolaknya:"jikalau
rasuluLLAH masih hidup..tidaklah pantas saya(abu bakar) menjadi imam
shalat berjama'ah" atas penolakan abu bakar, akhirnya rasul
mengupayakan diri menjadi imam shalat yang dimana subuh itu adalah
subuh "terakhir" bagi beliau. selesai melakukan salam dalam shalat.
rasul berbalik menghadapkan wajahnya pada jama'ah. dengan mata yg sayu
lagi redup, beliau membacakan 1 ayat: "qul innamaa anaa basyarun
mitslukum yuuhaa ilayya annamaa ilaahukum ilaahun waahidun faman kaana
yarjuu liqaa-a rabbihi falya'mal 'amalan shaalihan walaa yusyrik
bi'ibaadati rabbihi ahadaan" Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia
biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya
Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap
perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang
saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat
kepada Tuhannya". (surat al kahfi ayat 110) di kisahkan, pada saat
itu. para sahabat yg memahami betul ayat tersebut. menangis tersedu.
seakan rasul berkata pada mereka:" aku juga manusia, sama seperti
kalian.. aku juga butuh makan ketika lapar..aku juga butuh minum
ketika haus.. dan mautpun juga akan datang kepadaku" di riwayatkan.
abu bakar melihat tatapan mata rasul yang sangat sayu sambil menahan
tangis. umar tersedu sedu sambil menahan dadanya. ustman menghela
nafas panjang. ali terdiam sambil menundukkan kepalanya. "Rasulullah
akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kala itu.
Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di
dunia.Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan
sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar. lalu
memapah beliau menuju rumahnya. Saat itu, seluruh sahabat yang hadir
di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa. Matahari
kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya,
Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat
dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. pada pagi itu,
seorang tamu memberi salam dan mengetuk pintu rumah rasul. fatimah
menjawab: "siapakah diluar..??" "Khodzi'tu, katakan kepada
rasuluLLAH.. AKU TELAH DATANG" Tapi Fatimah tidak mengizinkannya
masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang
membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani
ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,
"Siapakah itu wahai anakku?"."Tak tahulah ayahku, orang sepertinya
baru sekali ini aku melihatnya,"tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah
menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.Seolah-olah
bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah,
dia telah berada disini..dialah yang menghapuskan kenikmatan
sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah
malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan
tangisnya. karena ia yakin bahwa tanda semakin dekat tetapi ia tak
dapat melihat sang tamu. Allah SWT memerintahkan kepada malaikat
Izrail, "jika nanti Muhammad menolak untuk di cabut nyawanya,maka
pulang." Karena Nabi Muhammad tahu bahwa malaikat Izrail di
perintahkan Oleh Allah apabila dia menolak di cabut nyawannya maka dia
boleh mengusir Izrail, maka keluarlah kata dari Rasulullah bahwa dia
belum berkenan di cabut nyawannya sebelum, bertemu dengan malaikat
Jibril, karena seharusnya tidak boleh malaikat Izrail menghadap orang
yang akan di cabut nyawanya kalau tidak di temani oleh malaikat
Jibril, dan ini sudah merupakan Hadist nabi yg shahih, dan bahkan
Malaikat Izrail pun tidak sendiri, di mana di gambarkan oleh Allah SWT
dalam surah As Sajadah ayat 11 (malakul maut) yg berarti banyak
malaikat maut...bahwa, ada tiga kelompok malaikat kematian yang akan
menemani Izrail,dan sedangkan tugas Izrail hanya mengeksekusi di saat
nyawa sudah di tenggorokan, kelompok malaikat pertama mencabut nyawa
kita dari jempol sampai lutut, di mana di menarik pelan-pelan seluruh
urat-urat kita, dia mematikan satu persatu saraf-saraf,(disini.. bagi
mereka yg suka melangkahkan kakinya ketempat maksiat mereka akan
mendapatkan azab yg teramat pedih) ini seperti yang sering di
gambarkan, "Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus
pedang" (HR Tirmidzi) tidak bisa kita membayangkannya, betapa
tersiksannya kita, jika tidak mendapat pertolongan dari Allah untuk di
cepatkan saat sakratul maut kita. Setelah selesai kelompok malaikat
pertama mencabut nyawa sampai lutut, sekarang giliran kelompok
malaikat kedua yang mencabut nyawa ada yang bilang sampai puser ada
yang bilang sampai pinggang, dan kelompok malaikat ketiga mencabut
nyawa sampai ke tenggorokan, dan pada saat inilah baru malaikat Izrail
dan jibril maju, tetapi malaikat Jibril terlebih dahulu maju, dan saat
orang yang didatanginya itu adalah orang yg menjaga shalatnya,sayang
ama istrinya,suka bersedeqah,dll.. maka dia akan datang dari sebelah
kanan dan mengepakan sayapnya maka nampaklah surga yang
bertingkat-tingkat, yang karena melihat ini sang manusia tidak akan
bisa berkata apa- apa,dan wajahnya bersinar terang. dan sebaliknya
saat yang di datangai adalah orang yang meninggalkan
shalatnya,syirik,suka zina,durhaka,gemar rezeki haram,dll.., maka
Jibril akan datang dari arah kiri dan di kepakanlah sayap kirinya,
maka akan nampaklah neraka yang bergejolak, dan sang manusia pun tidak
akan bisa berkata apa-apa.sehingga mukanya ketakutan,dgn mata
terbelalak,mulut terbuka dan menakutkan. Tetapi pada kasus pencabutan
nyawa Nabi Muhammmad SAW malaikat jibril tidak datang, karena tidak
sanggup melihat orang yang di cintainya itu, di cabut nyawannya,
sehingga saat turun dari langit ingin mencabut nyawa Rasulullah
malaikat Jibril berhenti di langit pertama. Karena tidak ada pilihan
lain Malaikat Izrail kembali naik langit pertama untuk memenuhi
permintaan Nabi Muhammad SAW, untuk menghadirkan malaikat Jibril, dan
Malaikat Jibril pun ikut turun. Saat Malaikat Jibril hadir di hadapan
Rasulullah, bertannyalah Jibril, "Ada apa ya Rasulullah engkau
memanggilku" , lalu Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa "AKU BELUM
RIDHO DI CABUT NYAWANYA, SEBELUM AKU TAHU BAGAIMANA NASIB UMMATKU,
SEPENINGGAL AKU NANTINYA.." jadi gan...Nabi Muhammad SAW menunda
kematiannya bukan karena ingin panjang umur, tetapi dia ingin tahu
bagaimana nasib kita, umatnya nanti, ini menandakan betapa khawatirnya
Rasulullah terhadap kita umatnya, betapa sayangnya beliau terhadap
kita, mungkin rasa sayang kita belum ada apa2nya ketimbang rasa cinta
beliau, dan Malaikat Jibril menjawab, "Ini bukan hak ku menjawab ya
Rasulullah, izinkan kami menghadap ALLAH terlebih dahulu, setelah itu
akan aku kabari jawaban dari ALLAH SWT, dari inilah kemudian keluar
dari Hadist yang juga terkenal, bahwa kita akan selamat jika kita
memegang KitabuLLAH dan Sunah Rasul, Dengan begitu aku ridho kau ambil
nyawaku kata Rasulullah dan Malaikat Izrail langsung mencabut nyawa
Rasul tanpa di wakili. Ketika Malaikat Izrail mencabut nyawa Perlahan
Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk
semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku,
hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat
pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah
direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah
mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya ALLAH, dahsyat
nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan
pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah
tidak bergerak lagi. izra'il memulai kerjanya dari ujung kaki ke
lutut, yang keluar dari mulut Rasulullah adalah kata
"Ummatti...ummati..ummatti/umatku umatku umatku" yang di panggil
bukan Aisyah atau khadijah, istrinya, atau Fatimah, anaknya, bukan
juga orang tuannya. tetapi yang beliau panggil adalah kita!!, umatnya,
dan saat dari lutut ke pusar/ pinggang kata- katanya berubah, yaitu
"shalat... sahalat..shalat..." dan dari puser ke tenggorokan
kata-kata sedikit berubah, yaitu "'alaiikum bis-shalaati..'alaiikum
bis- shalaati...'alaiikum bis-shalaati..." "wajib atas mu
shalat..wajib atas mu shalat...wajib atas mu shalat.." begitu
penarikannya telah sampai di tenggorokan.. ini yg dipesankan rasul
kepada kita sambil terbata2 beliau mengucapkan dan disaksikan imam
ali,fatimah,malaikat jibril 'alahituwassalam dan
izra'il'alahituwassalam yg di mana mereka semua, diriwayatkan
meneteskan air matanya : "'alaiikum bis-shalaati, wamaa malakat
aimaanuku" "kewajiban atasmu shalat,dan shalatnya orang-orang yang
berada dipundakmu(yang kamu sayangi)" TELLAK betuul TELLAK betuul kita
gan kita gagal bangun akhlak kita gagal jadi ummat rasul mushabab
apa...??? "shalat kita gag idup" mencari rezeki dan menuntut ilmu yg
kita lakukan, seharusnya mendekatkan kita kepada ALLAH. tapi liat
kita.. intropeksi diri kita, "KITA MALAH MENJADIKAN HAL TERSEBUT
MENJADI HAL YANG MENGALAHKAN SHALAT" "JIKA TIDAK ADA 1 MANUSIAPUN YG
MENYEMBAHKU..TAKKAN BERKURANG KEKUASAANKU. SHALAT ITU BUKAN UNTUK AKU.
SHALAT ITU UNTUK KEBAIKAN KALIAN" ALLAH SWT loh gan yg bilang. dalam
hadist arba'in dan isyarat ALLAH: "KATTANYA KALIAN MENCARI RIDHOKU,
KALIAN MENCARI NI'MATKU, TETAPI KETIKA ALLAHU AKBAR..ALLAHU AKBAR
(suara adzan) DIMMMAAANAAAA KALIAN...??" ALLAH gan..ALLAH gan..ALLAH
gan yg kita sepelekan.. pertanyaanya 1 gan: disaat ALLAH tidak
memerlukan (iman)mu (azzumar ayat 7) rasuluLLAH tak mempercayai
keislamanmu (hadist shahih ttg iman,islam,ihsan) siapa lagi yg akan
membantu kita....???? oke gan .. kita lanjut. Ternyata, cintannya
Rasulullah tidak berhenti hanya sampai di sini, di suatu masa nanti
kita akan di kumpulkan di suatu tempat, dimana tempat itu akan di
kenal dengan nama padang Makhsar, dan kita juga ketahui bahwa, sebelum
di kumpulkan kita akan terlebih dahulu di bagkitkan, dan yang pertama
kali akan di bangkitkan adalah Rasulullah Muhammad SAW, dan
diceritakan setelah, Malaikat Jibril membangkitkan Nabi Muhammmad SAW
dari tidurnya, dan Rasulullah langsung bertanya "di mana ummatku, di
mana ummatku," sama persis seperti seorang anak yang langsung bertanya
di mana ibunya, dan Rasulullah langsung bertannya kepada Malaikat
Jibril "hari apa ini?", dan malaikat Jibril menjawab:" hari ini hari
yang telah di janjikan oleh Allah SWT di mana pada hari ini Malaikat
Ridwan sedang menghiasi surga untuk di masuki oleh orang-orang yang
beriman, dan Allah SWT memerintahkan Malaikat penjaga Neraka untuk
memanaskan tungku-tungku api, dan menyuruh pintu-pintu neraka untuk di
buka," Seolah-olah beliau tidak bergeming tentang hari itu,dengan
kekhawatiran yg teramat sangat.. Nabi Muhammmad SAW kembali
menannyakan "dimmmmana ummatku"? penulis: ane sumber: kitab
kuning/kitab putih pendukung: al ustadz yusuf mansur (mohon di share
gan.. sebagai bahan renungan)

Oleh: Ferdi Ansah