Wanita memang ingin dimengerti.Kata itu memang sangat benar,mengingat
sifat wanita pada umumnya adalah sensitif. Ada banyak mitos yang beredar
seputar kehidupan seks wanita2 dewasa. Berikut ini adalah mitos seputar
seks wanita yang telah beredar dan dipercaya oleh kebanyakan orang.
1. Gairah Seks Wanita Lebih Kecil
Fakta: Tidak benar, kalaupun iya, ini hanya terjadi pada wanita yang
menderita disfungsi seksual Tidak bergairah terhadap seks merupakan
salah satu gejala disfungsi seksual. Gejala lain adalah tidak mampu
mencapai orgasme, dan rasa sakit saat berhubungan intim. Selain itu, ada
beberapa faktor lain yang bisa mengurangi atau menurunkan gairah seks
wanita. Yang jelas, sepanjang wanita sehat, maka gairah seksualnya akan
sama seperti pada pria, kok. Barangkali yang berbeda adalah caranya.
Pria lebih terbuka mengungkapkan perasaan dan keinginannya, sementara
wanita lebih tertutup dan cenderung menunggu.
2. Seks Tidak Penting.
Fakta: Meski bukan yang utama, seks masuk hitungan prioritas. Seks tidak
penting? Tidak sepenuhnya benar. Yang jelas, seks juga termasuk salah
satu prioritas wanita, meskipun bukan yang paling utama. Buat wanita,
seks bukanlah segalanya, apalagi dalam konteks hubungan suami-istri.
Wanita cenderung memberi perhatian lebih banyak kepada hal-hal yang
berkaitan dengan rasa nyaman, kecocokan, dan kelancaran komunikasi
suami- istri. Jadi, seks tetap penting, namun masih banyak juga hal lain
yang juga harus diberi perhatian.
3. Orgasme = G-spot
Fakta: Orgasme tak selalu terjadi karena G-spot Memang benar, setiap
wanita memiliki G-spot (Grafenberg Spot). Dan sudah banyak diketahui
bahwa G-spot merupakan pusat rangsangan seksual pada vagina. Namun,
tidak selalu G-spot itu bisa membuat wanita memperoleh orgasme. Jadi,
jangan menjadikan G- spot sebagai satu-satunya harapan untuk memperoleh
kenikmatan. Masih banyak jalan lain ke Roma, masih banyak cara supaya
bisa memperoleh kepuasan hubungan suami-istri. Misalnya, melalui
foreplay yang intens, sentuhan, komunikasi selama hubungan intim, dan
sebagainya.
4. Wanita Enggan Membicarakan Seks Karena Tabu
Fakta: Sebagian besar wanita justru lebih sering membicarakan seks
daripada pria Ngomongin seks? Tabu ah! Tidak benar juga. Bahkan, menurut
penelitian sebagian besar wanita terbukti lebih sering membincangkan
seks di antara mereka ketimbang kaum pria. Topik-topik yang disukai
wanita antara lain, soal penampilan lawan jenis, penyakit menular
seksual, rangsangan seksual, dan kontrasepsi yang tepat. Topik lain yang
juga menjadi minat wanita adalah soal pengalaman berkencan dan indahnya
hubungan yang romantis. Sementara kaum pria lebih suka membicarakan
persoalan seks secara umum. Namun, tentu ada juga wanita yang tidak suka
membicarakan seks.
5. Wanita Etnis Tertentu Seksnya Hebat
Fakta: Secara fisik, tidak ada perbedaan pada vagina karena berbeda
etnis Banyak mitos seputar kehebatan seputar kehebatan seksual wanita
dari etnis tertentu yang beredar luas di masyarakat, dan ini jelas tidak
benar. Mitos itu diantaranya menyebutkan adanya perbedaan vagina dari
etnis tertentu, yang membuat aktivitas seksualnya berbeda ketimbang
wanita dari etnis lain. Secara fisik, jelas tidak ada perbedaan pada
vagina berdasarkan etnis. Kalaupun terjadi perbedaaan aktivitas seksual,
bisa jadi itu dipengaruhi oleh nilai dan budaya etnis tersebut.
6. Berfantasi Dengan Pria Lain Saat Berhubungan Seksual, Wanita Tidak Setia
Fakta: Wanita tetap setia, membayangkan pria lain hanyalah untuk
menaikkan gairah seksual saja. Memang secara umum, wanita tidak biasa
memiliki fantasi seks dengan pria lain. Namun, tidak semua wanita dapat
menerima kondisi 100 persen pasangannya. Berfantasi dengan pria lain
sebenarnya hanya untuk membuatnya lebih bergairah, sehingga ia tetap
setia.
7. Vagina Kering Lebih Oke
Fakta: Vagina kering membuat perempuan tidak nyaman melakukan hubungan
intim Justru vagina yang kering selama hubungan intim bisa membuat
wanita merasa sakit dan tidak nyaman. Secara alamiah, vagina akan
mengeluarkan cairan. Cairan inilah yang menjadikan vagina basah selama
proses hubungan seks. Vagina kering justru mengindikasikan bahwa wanita
belum siap untuk melakukan hubungan intim. Mitos ini sangat kuat
pengaruhnya, sehingga kemudian muncul produk-produk jamu dan kesehatan
yang menawarkan jaminan vagina akan tetap kering.
8. Orgasme Lewat Penetrasi Penis
Fakta: Perempuan lebih sering mendapat orgasme lewat alternatif lain
Hasil penelitian menunjukkan, hanya sedikit persentase wanita yang
sering mengalami orgasme melalui penetrasi penis ke vagina. Sisanya,
wanita lebih sering memperoleh orgasme melalui hal-hal lain di luar
penetrasi penis. Misalnya, sentuhan pada klitoris, foreplay yang intens,
dan sebagainya.
9. Penis Panjang Menjadi Jaminan
Fakta: Ukuran tak selalu menjadi jaminan kepuasan Ini mitos yang sangat
sering kita dengar dan sama sekali tidak benar. Jika menyangkut dimensi,
maka fakta yang muncul adalah penis yang besar lebih bisa memberi
kepuasan ketimbang penis yang panjang. Dengan kelebarannya. Maka penis
akan bisa memberi stimulasi di bagian dinding mulut vagina, yang
merupakan bagian sensitif pemicu kenikmatan (lokasi G- spot terletak
sekitar 4 cm dari mulut vagina). Apalagi, kedalaman vagina juga sangat
terbatas. Fakta lain, banyak wanita yang memperoleh orgasme bukan hanya
karena penetrasi penis. Jadi, lupakan soal ukuran!
10. Nggak Doyan Film Biru
Fakta: Wanita bisa-bisa saja suka film biru Survei tahun 2006 yang
dilakukan sebuah universitas terkemuka di AS menunjukkan bahwa aktivitas
saraf-saraf otak pada pria dan wanita yang menonton film biru ternyata
sama. Artinya, wanita pun menyukai film biru, sepanjang itu demi
kepuasan hubungan intim dengan pasangan.